EDUKASI

Ketika Tambang Merusak Sumber Kehidupan: Perempuan dan Anak di Tengah Krisis Ekologis

354
×

Ketika Tambang Merusak Sumber Kehidupan: Perempuan dan Anak di Tengah Krisis Ekologis

Sebarkan artikel ini
Basic Training FPPIK UNMUL HMI CABANG SAMARINDA : MATERI KEPEREMPUANAN

Konus.id, SAMARINDA – Aktivitas pertambangan sering kali dipandang sebagai salah satu penggerak perekonomian dan pembangunan daerah. Namun, di balik aktivitas tersebut, terdapat persoalan lingkungan dan sosial yang perlu mendapatkan perhatian, terutama ketika kegiatan pertambangan tidak dikelola dengan baik. Masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah tambang dapat menghadapi berbagai risiko, mulai dari pencemaran air, kerusakan lahan pertanian, hingga hilangnya sumber penghidupan.

Persoalan tersebut menjadi perhatian Kelompok 2 peserta Basic Training Latihan Kader (LK 1) FPPIK UNMUL HMI Cabang Samarinda, yang terdiri dari Dwi Endah Setiawati, Gassing, dan Akhmad Tegar Al Asqyalani. Dalam pembahasannya, kelompok ini menyoroti dampak pertambangan terhadap kehidupan masyarakat, khususnya ketika air limbah dari aktivitas pertambangan mencemari lingkungan pertanian.

Menurut Kelompok 2, pengelolaan pertambangan yang tidak memperhatikan aspek lingkungan dapat merugikan masyarakat sekitar. Salah satu dampaknya adalah ketika air dari kegiatan pertambangan mengalir ke lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan warga. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan tanaman padi dan sayuran mengalami kerusakan, bahkan gagal panen, sehingga masyarakat kehilangan sumber pangan sekaligus pendapatan.

Permasalahan ini tidak hanya berkaitan dengan kerusakan lingkungan, tetapi juga menyentuh persoalan keperempuanan. Dalam banyak keluarga, perempuan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan rumah tangga, mengelola kebutuhan keluarga, serta terlibat dalam aktivitas pertanian dan pengolahan hasil pangan.

Ketika lahan pertanian rusak akibat pencemaran, perempuan dapat menghadapi beban yang semakin besar. Berkurangnya hasil panen dapat meningkatkan kesulitan memenuhi kebutuhan pangan keluarga, sementara hilangnya pendapatan rumah tangga dapat mempersempit akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya.

Perempuan dan Anak dalam Lingkaran Dampak Pertambangan

Dampak pertambangan terhadap perempuan tidak hanya dapat dilihat dari aspek ekonomi. Pencemaran air dan lingkungan juga berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat. Perempuan, termasuk ibu hamil, serta anak-anak membutuhkan akses terhadap air bersih dan lingkungan yang aman untuk menunjang kesehatan dan kehidupan sehari-hari.

Anak-anak juga menjadi kelompok yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Ketika sumber air dan lahan pertanian tercemar, mereka berpotensi menghadapi risiko terhadap kesehatan, kecukupan gizi, dan keberlanjutan kehidupan di lingkungan tempat tinggalnya.

Dari perspektif keperempuanan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan dapat memperbesar ketimpangan yang sudah ada. Perempuan yang memiliki keterbatasan akses ekonomi dan pengambilan keputusan sering kali harus menghadapi dampak kerusakan lingkungan tanpa memiliki kekuatan yang cukup untuk menentukan bagaimana aktivitas industri di sekitar tempat tinggalnya dikelola.

Perempuan Bukan Hanya Penanggung Dampak, tetapi Harus Terlibat dalam Pengambilan Keputusan

Kelompok 2 memandang bahwa masyarakat di sekitar wilayah pertambangan tidak boleh hanya ditempatkan sebagai pihak yang menerima dampak pembangunan. Mereka memiliki hak untuk mendapatkan informasi, menyampaikan keberatan, memperoleh perlindungan, dan dilibatkan dalam setiap keputusan yang berpotensi memengaruhi kehidupan mereka.

Perempuan secara khusus perlu mendapatkan ruang partisipasi dalam pengawasan lingkungan dan pengambilan kebijakan pertambangan. Pengalaman perempuan dalam mengelola kebutuhan rumah tangga, menjaga ketersediaan pangan, serta memahami kondisi lingkungan sekitar merupakan pengetahuan penting yang seharusnya diperhitungkan.

Pemerintah dan perusahaan pertambangan harus memastikan pengelolaan limbah dilakukan sesuai ketentuan lingkungan, mencegah pencemaran sumber air, memulihkan lahan yang terdampak, serta memberikan perlindungan dan pemulihan bagi masyarakat yang dirugikan.

Bagi Kelompok 2, pembangunan ekonomi tidak seharusnya mengorbankan hak masyarakat untuk hidup sehat dan memperoleh sumber penghidupan yang layak. Keuntungan dari pertambangan tidak boleh dinikmati sebagian pihak, sementara masyarakat sekitar harus menanggung kerusakan lingkungan dalam jangka panjang.

Pertambangan seharusnya memberikan manfaat bagi kehidupan, bukan justru menghilangkan sumber kehidupan masyarakat. Sebab, ketika air tercemar, tanaman mati, dan lahan pertanian kehilangan produktivitasnya, yang terancam bukan hanya lingkungan, tetapi juga ketahanan pangan, kesejahteraan perempuan, dan masa depan anak-anak.

Perjuangan keperempuanan juga merupakan perjuangan untuk memastikan bahwa perempuan memiliki hak atas lingkungan yang sehat, sumber penghidupan yang layak, dan kesempatan yang setara untuk menentukan masa depan ruang hidupnya.

Penulis: Kelompok 2 Basic Training LK 1 FPPIK UNMUL HMI Cabang Samarinda

Dwi Endah Setiawati | Gassing | Akhmad Tegar Al Asqyalani

Materi Keperempuanan oleh: Yunda Aulia Wanda Devania

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *