AdventorialDPRD KALTIM

Percepatan Industri Pengalengan Ikan di Bontang Didorong DPRD Kaltim: Tingkatkan Hilirisasi Perikanan, Stabilkan Ekonomi Pesisir, dan Dukung Kelestarian Lingkungan

164
×

Percepatan Industri Pengalengan Ikan di Bontang Didorong DPRD Kaltim: Tingkatkan Hilirisasi Perikanan, Stabilkan Ekonomi Pesisir, dan Dukung Kelestarian Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Shemmy Permata Sari. (Foto: Ist)

Konus.id Samarinda– Pengembangan industri pengalengan ikan di Kota Bontang jadi prioritas utama DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) untuk kuatkan hilirisasi perikanan, ciptakan ribuan lapangan kerja, dan stabilkan pendapatan nelayan dari potensi tangkapan ikan laut hingga 50.000 ton per tahun di perairan sekitar. Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Shemmy Permata Sari, tekankan bahwa industri ini tak hanya naikkan nilai jual hasil tangkapan jadi komoditas siap edar seperti kalengan tuna atau sarden, tapi juga bangun rantai pasok inklusif dari logistik hingga usaha kecil, sambil promosikan pengolahan berkelanjutan untuk kurangi limbah laut dan jaga ekosistem pesisir—sebagai strategi kemandirian daerah yang ramah lingkungan.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Shemmy Permata Sari, mendorong percepatan pembangunan industri pengalengan ikan di Kota Bontang.

Menurutnya, keberadaan industri tersebut akan memperkuat hilirisasi sektor perikanan sekaligus meningkatkan stabilitas ekonomi masyarakat pesisir.

Shemmy mengatakan, industri pengolahan yang terhubung langsung dengan hasil tangkapan nelayan dapat menciptakan rantai nilai yang lebih menguntungkan.

Produk perikanan kata dia, tidak hanya dijual dalam kondisi segar, tetapi dapat diolah menjadi komoditas siap edar dengan nilai jual lebih tinggi.

“Ini memberi keuntungan berlipat, baik dari peningkatan aktivitas industri maupun pendapatan bagi daerah,” jelasnya.

Selain itu, Shemmy menilai industri pengalengan akan membuka lapangan kerja baru, terutama bagi warga sekitar kawasan pesisir.

Mulai dari sektor logistik, distribusi, hingga usaha kecil yang mendukung operasional pabrik, seluruhnya berpotensi ikut berkembang.

Tak hanya soal penyerapan tenaga kerja, keberadaan industri ini juga dinilai mampu membantu nelayan menghadapi fluktuasi harga.

Dengan adanya pembeli tetap, hasil tangkapan dapat terserap secara berkelanjutan, sehingga nelayan memiliki kepastian pasar.

“Ketika harga dan permintaan lebih stabil, nelayan bisa mengatur biaya operasional dengan lebih aman,” ujarnya.

Lebih lanjut kata Shemmy, berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat segera menindaklanjuti rencana tersebut.

Ia menegaskan bahwa pengembangan industri pengalengan ikan bukan sekadar proyek ekonomi, tetapi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian daerah dalam mengelola potensi pesisir secara berkelanjutan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *